Thursday, January 29, 2015

cara menggunakan mikroskop

cara menggunakan mikroskop

Cara Menggunakan Mikroskop
Mikroskop tak bisa lepas dari keseharian seorang yang berkutat dalam bidang ilmu pengetahuan utamanya bidang biologi. Bukan hanya para peneliti professional, siswa juga sebaiknya mengenal mikroskop dengan baik. Di dalam kurikulum pendidikan, pengenalan terhadap mikroskop telah tercantum. Siswa dituntut untuk lebih mengenal fungsi serta bagian-bagian mikroskop. Setelah itu, mereka biasanya diajarkan cara menggunakan mikroskop yang baik. Meski terlihat sebagai sebuah alat yang sederhana, namun tidak semua orang mengetahui cara menggunakan mikroskop yang baik dan benar. Padahal, kemampuan ini merupakan hal mendasar yang wajib dikuasai seseorang yang hendak meneliti (termasuk siswa ilmu pengetahuan alam di dalamnya).

Pada dasarnya, cara menggunakan mikroskop sangat mudah bagi mereka yang telah mengentahui bagin-bagian dari alat itu sendiri. Dengan mengetahui bagian rinci dari mikroskop dan memahami fungsi masing-masing bagian, maka seseorang secara tidak langsung telah belajar seperdua bagian dari cara menggunakan mikroskop. Jika Anda telah memahami bagian-bagian yang dimaksud, saatnya Anda memulai penggunaan mikroskop.


Mulailah dengan meletakkan mikroskop pada sebuah meja. Pastikan medium tersebut kokok dan kuat sehingga mikroskop aman. Selanjutnya, aturlah pencahayaan mikroskop. Apabila mikroskop telah dilengkapi dengan lampu, maka Anda tentu tinggal menyalakan lampu dan mengarahkannya pada mikroskop dengan jarak sekitar 20 cm. Akan tetapi jika mikroskop yang Anda gunakan masih sederhana dan bertumpu pada cahaya matahari, maka Anda sebaiknya mengarahkan mikroskop pada sumber cahaya yang ada misalnya di wilayah yang dekat dengan pintu ataupun jendela ruangan.

Selanjutnya, mulailah mengatur bagian diafragma dan juga kedudukan cermin. Dengan demikian, cahaya akan dipantulkan dari lubang meja objek yang hendak diamati (preparat). Sebaiknya, tidak mengarahkan cermin ke sumber cahaya secara langsung sebab pantulan cahayanya akan membuat pandangan peneliti terganggu. Apabila pencahayaan telah diatur dengan benar, pada saat Anda mendekatkan mata pada lensa okuler maka akan terlihat lingkaran cahaya yang memiliki intensitas terang yang seimbang atau merata. Hal inilah yang kemudian dikenal dengan istilah lapangan pandang.

Setelah mendapatkan pengaturan cahaya yang tepat dan benar, peneliti bisa memulai kegiatan pengamatan terhadap objek atau preparat dengan menggunakan lensa objektif yang sebaiknya dimulai dari perbesaran yang paling bawah terlebih dahulu. Adapun langkah-langkah yang bisa diikuti adalah sebagai berikut:


  1. Tempatkan kaca benda atau yang dikenal juga dengan istilah object glass dengan preparat yang hendak diamati pada meja objek. Atur sedemikian rupa agar objek tersebut tepat berada pada lapangan pandang.
  2. Selanjutnya, jepit kaca benda dengan menggunakan penjepit khusus yang ada pada bagian atas meja objek.
  3. Selanjutnya, sembari mengamati dari arah samping, peneliti bisa menurunkan lensa objektif sedikit demi sedikit. Gunakan pemutar kasar sampai jarak lensa objektif dengan objek penelitian hanya tersisa 5 milimeter. Pada sebagian jenis mikroskop, jarak diatur tidak dengan pemutar kasar melainkan dengan menaikturunkan meja objeknya. Mikroskop yang seperti ini menuntut kehati-hatian sebab jika salah perhitungan, lensa objektif bisa saja menyentuh meja objek dan tergores.
  4. Cermatilah bayangan yang terlihat dari lensa okuler. Jika dibutuhkan, gunakanlah pemutar kasar untuk menaikkan juga menurunkan lensa objektif hingga didapatkan bayangan atau tampilan objek yang diamati dengan jelas. Apabila hal ini tidak berhasil membuat Anda melihat objek dengan jelas, maka mungkin Anda harus mengulangi langkah pada poin ketiga.
  5. Setelah objek yang diteliti terlihat jelas, Anda bisa menggunakan pemutar halus untuk menurnkan lensa objektif agar ojek tersebut bisa terlihat lebih jelas lagi.
  6. Jika dikehendaki, Anda bisa mendapatkan pembesaran yang kuat dengan cara mengganti atau merubah lensa objektif. Untuk hal ini Anda bisa menggunakan bagian yang bernama revolver. Pastikan posisi objek tidak bergeser sedikitpun. Sebab jika iya, maka terpaksa Anda harus mengulangi langkah dari poin yang pertama.

No comments:

Post a Comment